detakhukum.id, Bogor – Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) menggelar aksi damai sekaligus syukuran di depan Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bogor 1.
Syukuran ini dipimpin langsung oleh Abah Ining yang panggilan sehari hari Daeng membaca doa dan mantra sambil membakar dupa diiringi kesenian sunda permainan karinding dan tarian dikenal ruwatan.
Dalam acara ruwatan ini sambil memotong nasi tumpeng dan penyembelihan dua ekor kambing sebagai bentuk rasa syukur atas penangkapan Sontang Coin Manurung kepala kantor ATR/ BPN Kabupaten Bogor 1 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai suap Summarecon pada pekan lalu.
Ketua HPPMI, Yusuf Bachtiar, menyampaikan bahwa momentum bersih-bersih di tubuh ATR/BPN ini harus menjadi titik balik perbaikan institusi. Ia berharap Kementerian ATR/BPN ke depannya lebih selektif dan tidak salah langkah dalam menunjuk kepala kantor yang baru.

”Harapan dari pihak HPPMI agar nanti kementerian jika sudah mengangkat kepala kantor yang baru jangan terulang lagi seperti oknum Sontang Coin Manurung,” ujar Yusuf.
Selain mendesak adanya evaluasi internal secara menyeluruh di tubuh ATR/BPN Kabupaten Bogor 1, HPPMI juga menyatakan sikap siap mendukung penuh Aparat Penegak Hukum (APH). Mereka mendorong KPK, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk terus mengusut tuntas praktik mafia tanah dan korupsi, suap di sektor agraria.
Melalui aksi syukuran ini, para petani dan peternak milenial berharap tata kelola pertanahan di Kabupaten Bogor dapat menjadi lebih transparan, bersih, serta berpihak pada keadilan bagi para petani penggarap, ungkap Yusuf.
Di Tengah gencarnya KPK melakukan pengungkapan kasus suap dan korupsi dugaan praktek mafia tanah di ATR/BPN Kabupaten Bogor 1, jajaran pegawai kantor BPN terlihat biasa melayani pemohon.
kepala Plh kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor 1, Wendi Isnawan, mengatakan menghormati penyampaian aspirasi masyarakat melalui berbagai organisasi seperti HPPMI di depan kantor BPN setempat, dia berjanji tetap melayani publik secara profesional.
”Kami sangat hormati apa yang disampaikan teman-teman dari puluhan massa aksi, insya Allah akan kami tampung dan kami jadikan sebagai bahan untuk perbaikan pelayanan kedepan bagi masyarakat Kabupaten Bogor 1, ucap Wendi Isnawan, Rabu 23 september 2026 di halaman teras kantor ATR/BPN di Cibinong.
Wendi juga menekankan, pelayanan publik kepada masyarakat khususnya di kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor tetap berjalan normal meski ada rangkaian penyampaian pendapat di depan kantor.
Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan semua tata kelola layanan di kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor serta memberikan pelayanan secara maksimal bagi masyarakat, kata Wendi.
Walaupun kami ditunjuk di kemudian hari jadi definitif kepala kantah Kabupaten Bogor itu bukan mau saya, tapi karena Allah, tutur Wendi.
Dengan peristiwa itupun pihak ATR/BPN Kabupaten Bogor 1 siap mereformasi demi perbaikan dan tata kelola layanan, dan di internal sudah kami kumpulkan semua kasi dan korsub agar pelayanan harus tepat waktu jangan menumpuk berkas, segera selesaikan di tubuh kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor. (spd)














