Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Movies

Sinopsis I Saw The Devil (2010), Balas Dendam Kepada Psikopat

×

Sinopsis I Saw The Devil (2010), Balas Dendam Kepada Psikopat

Sebarkan artikel ini

Sinopsis I Saw The Devil

Sebuah film thriller korea yang sangat brutal dan tidak sungkan mempertontonkan adegan sadis seperti pukulan di kepala, bacokan, pemerkosaan, hingga yang paling ngeri, mutilasi. Penuh darah dimana-mana!

Seorang agen rahasia bernama Soo-hyun (Lee Byung-hun) sedang diselimuti kesedihan dan hasrat balas dendam yang sangat besar setelah mendapati tunangannya, Joo-yun (Oh San-ha) ditemukan tewas dalam kondisi yang mengenaskan dimana tubuhnya dimutilasi oleh seorang psikopat.

Hasrat membalaskan penderitaan sang tunangan telah membutakan mata Soo-hyun. Dia memutuskan menyelidiki sendiri kasus ini. Soo-hyun pun menemukan tersangka bernama Kyung-chul (Choi Min-sik).

Baca juga:  Sinopsis Snowpiercer (2013), Bertahan Hidup Di Sebuah Kereta Super Cepat

Tidak hanya Joo-yun tapi Kyung-chul juga sudah membunuh, memutilasi dan memperkosa banyak gadis cantik lain. Setelah melakukan penyelidikan di rumah Kyung-chul, Soo-hyun yakin dialah pembunuh tunangannya dan mulai melakukan perburuan. Soo-hyun kemudian meminumkan sebuah kapsul yang berisi alat pelacak sehingga alat itu tertanam dalam tubuh kyung-chul.

Hal itu membuat segala gerak-geriknya terus diawasi dan didengar Soo-hyun. Maka dimulailah aksi balas dendam lanjutan dari Soo-hyun yang berusaha memberikan rasa sakit dan teror sedikit demi sedikit terhadap sang pembunuh sadis.

Review:

Baca juga:  Sinopsis Rampant (2018), Kudeta Kerajaan Korea Dengan Serangan Zombie

Film ini bukan film detektif yang menebak siapa pelakunya. Tapi seperti gabungan film No Country for Old Men dan sedikit rasa dari SAW.

Choi Min-sik yang berperan sebagai Kyung-chul mampu menampilkan ekspresi dingin dan kejam dalam setiap perbuatannya. Tak hanya itu, Lee Byung-hun yang berperan sebagai Soo-hyun juga mampu mengekspresikan seseorang yang mengalami perasaan campur aduk, antara kemarahan dan kesedihan.

Sehingga membuat kita yang menontonnya merasakan kemarahan yang dialami oleh Soo-hyun dan secara tak sadar kita mendobrak batas moral kita, hingga aksi yang dilakukan Soo-hyun legal dimata kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *